LAPORAN
HASIL KUNJUNGAN KE MUSEUM RONGGOWARSITO SEMARANG
Disusun guna memenuhi
tugas
Mata Kuliah Islam dan
Budaya Jawa
Dosen Pengampu M.
Rikza Chamami, M. SI
Disusun oleh:
Ahmad Muhajirin (1403026056)
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2017
I.
PENDAHULUAN
Museum Ronggowarsito terletak di Jl. Abdulrachman Saleh Semarang, museum
ini merupakan bangunan dua lantai yang menyimpan koleksi kerajinan dan
seni Jawa, foto dokumenter, keris, lukisan, dan warisan budaya Jawa lainnya.
Museum Ronggowarsito Semarang dilengkapi auditorium, perpustakaan,
laboratorium, gudang dan taman. Di museum ini ada empat gedung utama,
masing-masing dua lantai. Di delapan ruang gedung yang luasnya masing-masing
400 m2 itu terdapat sekitar 40.000 koleksi, dari mulai jaman prasejarah hingga
jaman setelah proklamasi kemerdekaan.
Gedung A lantai 1 disebut Ruang Sejarah Alam dengan koleksi Kosmologis,
Geologi dan Geografika, serta Ekologi. Sedangkan di lantai 2 terdapat ruang
Palaeontologi, Palaeobotani, Paleozoologi, dan Palaeoantropologika. Gedung B
disebut Ruang Sejarah Peradaban Kebudayaan, dengan koleksi budaya Hindu, Budha,
Islam, Eropa dan kraton. Gedung B lantai 2 terdapat koleksi benda purbakala
dari jaman batu, jaman logam, dan peradaban Polinesia. Gedung C merupakan Ruang
Sejarah Perjuangan Bangsa Dan Etnografi. Sedangkan Gedung D merupakan Ruang Era
Pembangunan, dan Gedung D Lantai 2 merupakan Ruang Kesenian.
II.
HASIL KUNJUNGAN
Didalam museum ini ada 4 gedung, pertama gedung A,
gedung B, gedung C dan gedung D.Gedung A sebagai ruang Geologi dan
Paleontologi.Lantai I adalah ruang geologi yang menampilkan gunungan
blumbangan, meteorit, material gunung berapi, stalaktit-stalakmit dan batu mulia.Lantai II berisi kerangka gajah Elephas, fosil
gading gajah purba (stegodon) yang panjangnya lebih dari 3 m, replika fosil
pithecanttropus erectus VIII, fosil tanduk kerbau, lukisan tentang kehidupan
reptil.Gedung B sebagai ruang Sejarah Hindu-Budha , Islam dan kolonial dan
ruang keramik dan batik.Lantai I sebagai ruang sejarah Hindu-Budha , Islam dan
kolonial yang menampilkan arca Ganesha terbesar dimuseum, arca Bodhisatwa,
pintu Paduraka Masjid Kudus, Meriam, Genta Kapal, dan Tombak Maling.Lantai II
ruang keramik dan batik menampilkan koleksi keramik dari Dinasti Ming abad XIV,
keramik Belanda dan Inggris, gerabah lokal dan batik dar beberapa kabupaten di
Jateng.Gedung C adalah galeri bersejarah perjuangan bersenjata pada lantai
I.Pada lantai I ini dibagi menjadi dua bagian: koleksi semasa perjuangan fisik
dan diploma.Lantai II sebagai ruangan yang mencakup ruang teknologi mata
pencaharian, ruang teknologi industry, transformasi, ruang teknologi kerajinan,
dan rumah tinggal.Yang terakhir gedung D sebagai galeri pembangunan pada lantai
I, galeri ini dikelompokkan kedalam ruang pembangunan, ruang tradisi
Nusantara.Lantai II sebagai galeri kesenian yang dipisahkan menjadi seni
pagelaran, seni pertunjukkan dan seni musik.
Peninggalan budaya dijawa antara lain candi, wayang,
prasasti, keris dan blencong Candi
merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat menyembah para dewa pada
Hindu-Budha.Candi-candi yang berada di Jawa antara lain Candi Pawon, Candi
Mendhut, Candi Dieng, dan Candi Cetho.Candi Pawon terletak di desa Borobudur ,
kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang, propinsi Jawa Tengah.Candi yang
mempunyai nama lain Candi Prajanalan ini
lokasinya sekitar 2 km kea rah timur laut dari Candi Borobudur dan 1 km kearah
Tenggara dari Candi Mendut.Candi Mendut terletak di desa Mendut, kecamatan
Mungkid, kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sekitar 38 km kearah barat laut
Yogyakarta.Lokasinya hanya 3 km dari Candi Borobudur, yang mana candi Budha ini
diperkirakan mempunyai kaitan erat dengan Candi Pawon dan Candi Mendut.Ketiga
candi tersebut terletak pada satu garis arah selatan-utara.Candi Dieng
merupakan kumpulan candi yang terletak di kaki pegunungan Dieng, Wonosobo, Jawa
Tengah. Kawasan Candi Dieng menempati pada daratan pada ketinggian 2000 m diatas permukaan laut, memanjang arah
utara-selatan sekitar 1900 m dengan lebar sepanjang 800m.Candi Cetho merupakan
sebuah candi bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit Akhir pada Abad ke-15 ,
terletak pada desa Gumeng, wilayah kecamatan Jenawi dengan ketinggian 1400 m
dpl.Mempunyai nilai mistik yang tinggi dan biasa dipergunakan sebagai
tempatperenungan diridan meditasi.Dikelilingi hamparan perkebunan teh berada
disekitarnya serta kesejukan udara yang akan memberikan nuansa kembali ke alam
yang kental.
Prasasti Temanggung berasal dari desa Temanggung yang
berbahan batu, berasal dari abad VIII M.Tulisan dengan huruf dan bahasa Jawa
Kuno, isi prasasti tersebut sebagai berikut: Swasti saka warsasita 785 sada
masa pancemi krsnapaksa ,Paniruan-wegai buda wara, Uttar sada neksira sabha,
Gya yoga tatkala pitama ………… (pecah).Prasasti SAg PAMGAT SWAg asal dari
desa Jetak , Mungkid kabupaten Magelang.Prasasti ini ditulis melingkar ( 3
baris ) dibagian atas silinder menggunakan huruf dan bahasa Jawa Kuno.Isi
prasasti sdbagai berikut: Swasti saka
warsasita 803 asujimasa ekadisi
suklapaksa waruku kaliwuan sukraw’ ra,
Dhanistha naksatra drtiamwata yoga tatkala sag pamgat swan man ma.Prasasti
Nandi asal kabupaten Batang merupakan
aspek siwa dalam bentuk thejomorphic,
yaitu penggambaran tokoh dalam bentuk binatang, dalam hal ini adalah binatang
lembu.Didalam Hindhu, binatang sering digambarkan dalam hubungannya sebagai
“Vahana” dewa (kendaraan dewa). Pada
bagian dasar ( lapik ) arca nandi tersebut terdapat tulisan pendek / prasasti
menggunakan huruf dan bahasa Jawa Kuno.
Wayang adalah buah karya seni adi luhur bangsa
Indonesia.Ia merupakan wujud hasil olah sistem gagasan perilaku masyarakat
Indonesia.Beberapa prasasti telah membuktikan bahwa pertunjukan wayang telah
ada pada jaman kuno.Misalnya empat lempengan tembaga yang ditemukan di Bali. Lempengan ini
berangka tahun 980 Saka ( 1058 M ) dan
isinya telah disalin oleh Van Der Tuuk dan Dr.Brandes. Lempengan ini
menyebutkan kata ringgit.Kata ringgit ini sebagai sinonim dari kata wayang
.Sementara itu, relief pada candi seperti relief di candi Prambanan , candi
Panataran juga ditemukan jejak dekoratif bentuk wayang mirip wayang beber.
Wayang kulit dapat penghargaan UNESCO sebagai warisan
dunia pada tanggal 7 Nopember 2003.Macam-macam wayang yaitu wayang sadat, wayang warta,wayang budha, dan
lain-lain.Wayang sadat adalah wayang yang mengangkat kisah Babad Tanah Islam di
Tanah Jawa, wayangnya berbubasa seperti orang islam.Wayang warta merupakan
wayang yang mengisahkan kisah-kisah pada kitab Injil.Wayang Budha mengisahkan
Sidarta Gautama.
Keris merupakan senjata khas masyarakat Jawa dan
kalangan masyarakat Jawa.Keris dianggap sebagai benda leluhur.Namun masyarakat
kurang memahami senjata tradisional tersebut.Dengan perkembangan zaman, banyak
masyarakat Jawa tidak mengetahuimsejarah keris, makna sebenarnya, fungsi keris
dan dan bagaimana menempatkan keris dengan tepat sehingga banyak yang
disalahgunakan.
Blencong merupakan alat penerangan untuk pertunjukan
wayang pada masa lampau yang menggunkan bahan bakar minyak kelapa.Blencong ini
terbuat dari kayu berukir ataupun perunggu, dengan lubang ditengah untuk
menaruh minyak dan sumbu.Namun blencong sekarang jarang digunakan karena
dianggap kurang praktis dan sinarnya kurang terang.
Sedangkan
peninggalan budaya yang terkait dengan islam antara lain menara masjid Kudus,
sirap atap masjid Demak, dan seni hias Terakota.
Menara
masjid Kudus ini berada dalam satu kompleks dengan masjid kudus, tepatnya
disamping kanan masjid.Arsiteknya mengatur
pada bangunan pura (seperti di Bali).Tinggi menara ini 18 m. Menara
didirikan bersamaan dengan dibangunnya masjid kudus pada abad ke XVI M. Masjid
kudus terletak di desa Kauman , kabupaten Kudus.
Sirap
atap masjid Demak, atap bersusun tiga masjid Demak melambangkan orang yang beriman dimulai dari mukmin,
muslim, dan muhsin, serta islam dan ihsan.Juga melambangkan tiga tingkatan
dalam tasawuf yang dari bawah keatas melambangkan syari’at,tarekat , dan ma’rifat. Pada waktu
dibangun atap masjid demak terbuat dari welit, kemudian tahun 1710 Paku Buana I
memerintahkan untuk mengganti welit dengan sirap dari kayu. Dalam tradisi Jawa
atap hanya boleh digunakan pada atap-atap rumah bangunan.sirap terbuat dari
kayu jati yang tua.
Seni
hias terakota adalah salah satu kekayaan dan warisan budaya masyarakat Jawa
Tengah yang tidak ternilai harganya.Keberadaannya sudah cukup lamadan telah
member warna serta menghiasi kehidupan masyarakat, seni terakota terbuat dari
tanah liat yang dibakar, beragam motif sulur. Seni pada masa islam abad ke XV.
Fungsinya ialah untuk hiasan bangunan.
III.
PENUTUP
Demikianlah laporan ini saya susun dan tentunya jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi penyusunan laporan
selanjutnya. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar