Nama : Ahmad
Muhajirin
NIM : 1403026056
Mata Kuliah : Islam Dan
Budaya Jawa
Kelas : PBA
5-B
Dosen pengampu : M. Rikza Chamami, M.SI
Tugas Ujian
Akhir Semester Resensi Kitab I’anatul Muhtaj
1.
Identitas buku
a.
Judul buku : I’anatul Muhtaj fi Qishshotil al-Isra’ wa al-Mi’roj
b.
Penulis : Ahmad Abdul Hamid Al-Qandali
c.
Penerbit : Al-Munawar
d.
Harga buku : 5000
e.
Dimensi buku :
Tebal : 72 halaman
Panjang : 17 cm
Lebar : 9 cm
2.
Pendahuluan
Kitab I’anatul
Muhtaj fi Qishshotil al-Isra’ wa al-Mi’roj disusun oleh seorang ulama bersahaja asal Kendal (25 km sebelah
barat Semarang tahun 1915 M), tepatnya
di desa Patebon, kitab ini berisikan sejarah isra’ dan mi’rojnya Nabi Muhammad secara lengkap dan mendetail, kitab ini juga
disusun secara sitematis.
3.
Latar belakang penulis
KH. Achmad Abdul Hamid, Nama lengkapnya adalah
KH. Achmad Abdul Hamid bin KH. Abdul Hamid Al Qendali. Lahir di kota Kendal (25
km sebelah barat Semarang tahun 1915 M). Ahmad kecil mau tak mau berada di
tengah-tengah keluarga yang sangat agamis. Ayahnya, KH. Abdul Hamid adalah kiai
besar di jawa tengah waktu itu, yang namanya kesohor di mana-mana terutama di
kalangan pesantren. Ini karena kiai Abdul Hamid juga berhasil menyusun berbagai
kitab berbahasa Arab, suatu bakat yang di kemudian hari akan di wariskan kepada
putranya, Ahmad.
Di sekitar tahun kelahiran Ahmad, bangsa
Indonesia sedang gandrung-gandrungnya membentuk kelompok atau organisasi, baik
yang bersifat keagamaan, sosial, ekonomi maupun politik. pada tahun 1912
misalnya, lahir organisasi Muhammadiyah. Kemudian pada tahun 1918, lahir
Nahdlotul Tujjar, yang konon merupakan cikal bakal organisasi NU.
Berturut-turut di tahun 1920-an, bermunculan organisasi atau pergerakan,
berubahnya SDI (Sarekat Dagang Islam) menjadi SI (Sarekat Islam), lahirnya NU
dan peristiwa sumpah pemuda yang terkenal itu.
4.
Sinopsis
Kitab
ini menjelaskan tentang sejarah isra’ dan mi’rojnya Nabi Muhammad yang mana
didalam kitab ini dibahas bahwa Isra Mi’raj adalah dua bagian dari
perjalanan yang dilakukan oleh Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian
ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada
peristiwa ini Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapat perintah
untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.
Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi
dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah,
yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj
terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer.
Namun demikian, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat
tersebut dengan alasan karena Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan
Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab. Dan saat itu
belum ada kewajiban salat lima waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat
tentang waktu kejadian Isra Mi’raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan
demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi’raj.
Peristiwa Isra Mi’raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda. Dalam Isra,
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari
Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW
dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi.
Di sini Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan salat
lima waktu.
Bagi umat Islam, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang berharga,
karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang
mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti ini. Walaupun begitu,
peristiwa ini juga dikatakan memuat berbagai macam hal yang membuat Rasullullah
SAW sedih.
5.
Kelebihan dan kekurangan buku
Kelebihan dari kitab ini adalah bahasa yang
diterjemahkan ke dalam bahasa daerah sendiri menjadikannya mudah dipahami dan
dimengerti dan juga pembahasan yang ada dalam kitab ini sangat mendetail dan
rinci sehingga pembaca dapat memahami secara mendalam tentang isi dari kitab
ini. Sedangkan kekurangan dari kitab ini adalah bahasa Arab yang digunakan
sulit untuk dibaca khususnya bagi pemula,selain itu kertas yang digunakan masih
menggunakan kertas buram dan dalam penulisanya masih manual (bukan ketikan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar